Sunday, February 17, 2013

PERILAKU JAHILIYAH: 08 Menolak Dengan Alasan Sesuatu Itu Aneh


Berargumentasi untuk menunjukkan batilnya sesuatu dengan alasan bahwa sesuatu  itu aneh, maka Allah membantah alasan ini dengan firman-Nya dalam surat Hud:

{ فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍۢ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ}

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (Q.S. Hud: 116)

Makna ayat { فَلَوْلَا كَانَ} adaah suatu anjuran yang mengandung unsur menyayangkan. Artinya, “Mengapa tidak ada.” { مِنَ ٱلْقُرُونِ} artinya orang-orang yang berdekatan pada satu zaman. { مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍ} artinya, yang memiliki sisi-sisi bagian dari nalar dan pemikiran, atau yang memiliki keutamaan (kelebihan), dengan syarat {البَقِيَّةٍ} adalah nama untuk { الفضل } yaitu keutamaan atau kelebihan. Sedangkan huruf ha’ adalah untuk naql (perpindahan). Dari sini dikatakan bahwa: “فلان من بقية القوم” artinya Fulan termasuk orang pilihan dari mereka. Di antaranya adalah ucapan mereka:

في الزوايا خبايا وفي الرجال بقايا

“Di pojok-pojok (kamar) ada wanita-wanita pingitan, dan di kalangan laki-laki ada laki-laki pilihan.” (Wallahu a’lam)

Merekalah yang mencegah kerusakan yang terjadi di bumi yang terjadi di tengah-tengah mereka sebagaimana yang dituturkan dalam kisah-kisah mereka. Kerusakan itu ditafsirkan sebagai kekufuran dan maksiat-maksiat yang menyertainya. “kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka,” ini adalah pengecualian terputus. Artinya, hanya sedikit dari orang-orang yang Kami selamatkan, karena mereka melakukan pencegahan (dari yang munkar).” (Lihat Ruuh Al-Ma’aany, 12/160-162)

Sumber: Syarh Masaail Al-Jahiliyyah, Mahmud Syukry Al-Alusy
Penerjemah: Agus Hasan Bashory
Diketik ulang dari buku ‘Mewaspadai 100 Perilaku Jahiliyah’ 

No comments:

Post a Comment