Saturday, February 16, 2013

PERILAKU JAHILIYAH: 07 Berhujjah Dengan Banyaknya Jumlah


Mengandalkan banyaknya jumlah, ber-hujjah dengan bilangan mayoritas, dan ber-hujjah  untuk menyatakan batilnya sesuatu dengan alasan bahwa jumlah pengikutnya sedikit. Maka Allah menurunkan apa yang membantah dan menggugurkan prinsip ini. Allah berfirman dalam surat Al-An’am:

{وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (116) إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ (117)}

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-An’am: 116-117)

Banyaknya jumlah orang yang sesat tidak mengharuskan kita untuk berpaling dari mengikuti kebenaran bagi orang yang memiliki ketajaman pandangan dan kejernihan hati. Karena kebenaran itu lebih berhak diikuti meskipun pengikutnya sedikit, sebagaimana firman Allah:

{قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٌۭ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ ۩}

“Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.” (Q.S. Shad: 24)


Maka Allah mengabarkan tentang para pengikut dan penolong kebenaran bahwa mereka itu sedikit jumlahnya. Akan tetapi sedikitnya jumlah tidak menjadi masalah.

Orang yang memiliki ketajaman nalar akan melihat kepada dalil dan mengambil apa yang dihasilkan oleh bukti, meskipun hanya sedikit orang-orang yang mengetahuinya dan yang mentaatinya.

Barangsiapa mengambil apa yang ada pada kebanyakan orang dan apa yang biasa diterima oleh orang awam tanpa melihat kepada dalil maka ia salah. Ia meniti jalannya orang-orang Jahiliyah dan cacat menurut pandangan orang-orang cerdik lagi pandai.





Sumber: Syarh Masaail Al-Jahiliyyah, Mahmud Syukry Al-Alusy
Penerjemah: Agus Hasan Bashory
Diketik ulang dari buku ‘Mewaspadai 100 Perilaku Jahiliyah’ 

No comments:

Post a Comment