Sunday, February 17, 2013

Ibadah, Hikmah Penciptaan Jin dan Manusia


Sesungguhnya Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah semata. Sedang makna ibadah mencakup 2 hal:

a. Penyembahan (ta’abbud)

Yaitu merendahkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan segala apa yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya dengan penuh kecintaan dan pengagungan kepada-Nya.

b. Sarana dan Cara yang Dijadikan Sebagai Bentuk Penyembahan (Muta’abbad bih)

Yakni mencakup segala apa yang dicintai oleh Allah dan diridhai-Nya, baik dalam bentuk ucapan atau perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi, seperti doa, zikir, shalat, mahabbah (cinta) dan lain sebagainya. Sebagai contoh adalah shalat; shalat adalah bentuk ibadah, perbuatan shalat merupakan bentuk ibadah kepada Allah. Kita menyembah Allah dengan penuh kerendahan, kecintaan serta pengagungan kepada-Nya, dan tidaklah kita menyembah-Nya kecuali dengan syariat yang telah diperintahkan.

Allah Ta’ala tidak menciptakan Ats-Tsaqalain (jin dan manusia) untuk perkara yang sia-sia dan senda gurau. Mereka tidak diciptakan hanya untuk makan, minum, bercanda, bermain dan tertawa. Akan tetapi Allah menciptakan mereka untuk menjalankan tugas yang sangat mulia, yaitu menyembah kepada Allah Ta’ala, mengesakan, mengagungkan dan menaati-Nya dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, tidak melanggar batasan-batasan (hukum)-Nya dan tidak menyekutukan-Nya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

{وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyaat: 56)



Sumber: Mukhtashar Al-Fiqh Al-Islaamy, Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiry
Ensiklopedi Islam Al-Kamil, Pustaka Darus Sunnah


No comments:

Post a Comment