Sunday, March 10, 2013

Pengaruh Nama Allah Dalam Penciptaan Alam Semesta


 Sesungguhnya di antara hal utama dan bermanfaat yang dapat meninggikan derajat seorang hamba dan membantunya dalam mengenal Allah, mewujudkan kecintaan serta pujian kepada-Nya adalah merenungkan dan men-tadabburi nama-nama Allah yang baik dan sifat-sifat-Nya yang mulia di dalam penciptaan alam semesta. Selain itu, bahwasanya alam semesta ini, dari langit dan bumi, matahari dan bulan, malam dan siang, gunung-gunung, lautan, gerak dan diamnya makhluk, semua ini termasuk bagian dari pengaruh nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.


Pernahkah engkau melihat sesuatu yang lebih menunjukkan akan sifat-sifat Sang Pencipta dan kesempurnaan sifat-Nya serta hakikat nama-nama-Nya daripada makhluk-makhluk-Nya? Ini termasuk semulia-mulianya ilmu dan pengetahuan. Semua nama Allah memiliki sifat yang khusus bagi-Nya, karena nama-nama Allah mencakup sifat-sifat kesempurnaan dan pujian, dan setiap sifat-Nya memiliki kelaziman dan perbuatan –baik yang memerlukan objek maupun tidak-. Perbuatan Allah Ta’ala memiliki keterkaitan dengan objeknya yang merupakan kelazimannya. Hal itu terwujud dalam penciptaan, perintah, pahala dan larangan-Nya. Semua itu termasuk pengaruh nama-nama Allah yang baik dan kelazimannya. Tidak mungkin ditiadakan objeknya dari perbuatan-Nya, atau ditiadakan perbuatan-Nya dari sifat-Nya, dan tidak mungkin ditiadakan sifat-Nya dari nama-nama-Nya, demikian pula nama dan sifat-Nya dari Dzat-Nya. Oleh karena itu, disebutkan dalam Al-Qur’an pengingkaran terhadap orang-orang yang meniadakan dari-Nya perintah, larangan, pahala dan sangsi-Nya, dan bahwasanya orang yang menisbatkan hal tersebut kepada-Nya, tidaklah mengagungkan Allah dengan sebenarnya. Sebagaimana Allah telah befirman tentang para pengingkar kenabian, kerasulan dan diturunkannya kitab-kitab.

{ وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ مِّن شَىْءٍۢ }

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia".” (Q.S. Al-An’am: 91)

Allah Ta’ala berfirman tentang para pengingkar hari kiamat, pahala dan azab:

{ وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦ وَٱلْأَرْضُ جَمِيعًۭا قَبْضَتُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ مَطْوِيَّٰتٌۢ بِيَمِينِهِۦ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ}

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. Az-Zumar: 67)

Allah Ta’ala  berfirman tentang orang-orang yang menyamakan antara dua hal berbeda, antara yang baik dan yang jahat, yang kafir dan yang beriman:

{ أَمْ حَسِبَ ٱلَّذِينَ ٱجْتَرَحُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن نَّجْعَلَهُمْ كَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَوَآءًۭ مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ}

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” (Q.S. Al-Jatsiyah: 21)

Permisalan seperti ini sangat banyak dalam Al-Qur’an, yang intinya Allah menafikan dari diri-Nya hal-hal yang menyelisihi ketentuan nama dan sifat-Nya, karena hal tersebut mengharuskan peniadaan Allah dari kesempurnaan-Nya dan dari kelaziman nama dan sifat-Nya.

Oleh karena itu, di antara hal yang paling bermanfaat bagi seorang hamba dalam hal ini adalah merenungkan, memperhatikan kelaziman, dan makna nama-nama Allah yang baik atas kesempurnaan dan keagungan penciptanya dan bahwasanya Allah Ta’ala menyempurnakan dan mengokohkan penciptaan-Nya:

{ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍۢ }

“kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Q.S. Al-Mulk: 3)

Setiap nama dari nama-nama Allah yang baik, mengharuskan adanya pengaruh dari penciptaan dan pengaturan alam semesta.

Barangsiapa yang merenungkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dalam alam semesta, maka hal tersebut akan menunjukkan hamba kepada iman tentang kesempurnaan Rabb Ta’ala dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta perbuatan-perbuatan Allah yang terpuji. Allah Ta’ala, dalam setiap takdir-Nya memiliki hikmah yang mendalam, tanda-tanda kekuasaan-Nya yang jelas dan pengenalan kepada hamba-Nya tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Selain itu, menyeru mereka untuk mencintai, mengingat, bersyukur, dan beribadah kepada-Nya denan nama-nama-Nya yang baik.

Setiap nama mengandung ibadah khusus di dalamnya –baik secara ilmu, pengenalan dan keadaan-. Hal ini tidak terwujud, kecuali dengan perenungan, persaksian yang bermanfaat tentang nama yang sesuai dengannya. Orang yang paling sempurna peribadahannya adalah orang yang melaksanakan konsekuensi nama-nama dan sifat-sifat yang telah dikabarkan-Nya kepada manusia. Dia tidak terhalang oleh salah satu nama dalam melaksanakan konsekuensi nama yang lain. Contohnya ketika dia melaksanakan konsekuensi nama Allah  “Al-Qadiir” (Yang Maha Kuasa) dia tidak tercegah untuk beribadah atau melaksanakan konsekuensi nama Allah yang lain yaitu “Al-Haliim” (Yang Maha Lembut) dan “Ar-Rahiim” (Yang Maha Pemurah), dan tidak terhalang oleh nama Allah “Al-Mu’thy” (Yang Maha Pemberi) dari pengamalan nama Allah “Al-Maani” (Yang Maha Pencegah) dan tidak terhalang oleh pengamalan nama Allah yang bersifat kecintaan, kebaikan, kelembutan dan pemberian keutamaan dari pengamalan nama Allah yang bersifat keadilan, kemuliaan, keagungan, kebesaran dan lain sebagainya.

Inilah metode orang-orang sempurna yang berjalan menuju-Nya dan itlah jalan yang bersumber dari metode Al-Qur’an:


{وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا}

“Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu” (Q.S. Al-A’raf: 180)

Kata-kata doa di dalam ayat ini mencakup doa mas’alah (permintaan) dan doa ibadah. Allah Ta’ala menyeru hamba-hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan untuk memuji diri-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta beribadah kepada-Nya sesuai dengan konsekuensi nama-nama dan sifat-sifat tersebut. (Lihat Madaarij As-Saalikiin, Ibnul Qayyim, 1/449-453)

Allah Ta’ala mencintai nama-nama dan sifat-sifat-Nya serta mencintai pengaruhnya dalam ciptaan-ciptaan-Nya, karena sesungguhnya hal ini merupakan kelaziman kesempurnaan-Nya. Allah Ta’ala membukakan bagi hamba-hamba-Nya, pengenalan terhadap-Nya serta pemahaman tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Allah menyeru hamba-hamba-Nya di dalam Al-Qur’an untuk mengenal-Nya melalui dua jalan:

1. Memperhatikan makhluk-makhluk ciptaan-Nya, karena hal tersebut lebih memahamkan manusia kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

2. Merenungkan ayat-ayat Allah.


Pertama, memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang tersirat. Kedua, merenungkan ayat-ayat Allah yang tersurat. Keduanya merupakan pintu yang luas dalam mengenal Rabb Yang Maha Terpuji dan Sesembahan Yang Maha Mulia. Maha Suci Allah yang telah memperkenalkan diri-Nya kepada makhluk-Nya dengan semua bentuk pengenalan dan menunjukkan mereka kepadanya dengan berbagai macam metode serta membukakan bagi mereka semua jalan dan Allah menancapkan baginya jalan yang lurus, memperkenalkan dan menunjukkan kepadanya.


Sumber: Fikih Asma’ul Husna, oleh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr, Pustaka Darus Sunnah







 Berminat pada buku ini?

Lihat Deskripsi buku ini dan pesan di: http://pustakailmu.com/buku-fikih-asmaul-husna#.UTu-MqKxWGM


No comments:

Post a Comment